Kepemilikan orang murtad terhadap hartanya hilang dengan status
terhenti hingga keadaannya jelas. Jika ia kembali memeluk Islam maka seluruh
kepemilikannya kembali ke pangkuannya seperti keadaan pertama sebelum murtad.
Hal itu disebabkan kerana setelah murtad ia termasuk kafir harbi yang berada
dibawah kekangan kaum muslimin hingga dibunuh dan ia tidak dibunuh kecuali
dengan statusnya harbi. Dan status tersebutlah yang menghilangkan
kepemilikannya terhadap harta bendanya. Hanya sahaja ia tetap diajak untuk
memeluk Islam dengan dipaksa dan diharapkan untuk menerimanya.
Jika ia mati atau dibunuh kerana murtad maka apa yang diperolehnya
saat ia muslim atau yang diperolehnya ketika ia murtad menjadi harta fai kerana
ia mati dalam keadaan kafir. Sesungguhnya orang muslim tidak mewarisi atau
tidak menjadi ahli waris orang kafir menurut ijma ulama. Dan hartanya adalah
harta harbi (harta perang) yang tidak memiliki sisi keamanan yang tidak diraih
dengan kekuatan persenjataan ertinya harta tersebut menjadi harta fai.
Mazhab Hanafi – jika si murtad mati kerana murtadnya atau dibunuh
apa yang diperolehnya di saat ia muslim beralih kepemilikannya kepada ahli
warisnya yang muslim. dan ketika dimasa ia murtad hartanya menjadi fai untuk
kaum muslimin yang diberikan kepada baitulmal.
No comments:
Post a Comment